Rating: R-18+, harap bijaksana untuk kandungan tema yang dibahas

Ru Da mengeluh badannya pegal karena kekasihnya tidak membiarkan ia tidur. Stamina kekasihnya terlalu tinggi. Salah satu pemijat menimpali, Ru Da beruntung. Ia punya teman yang memutuskan pisah karena masalah seks. Ru Da mengingatkan kalau hubungan seks itu berlaku dua arah.

Selesai dipijat, Ru Da mencuri dengar pembicaraan Yong Sik dan Hee Jin. Hee Jin memuji penampilan Yong Sik dan memberi selamat atas hubungan barunya. Yong Sik mengucapkan terima kasih yang tertunda, terima kasih karena Hee Jin telah bersedia menjadi kekasih selama ini. Ia bisa bertahan karena Hee Jin dulu mencintainya.

Ru Da kembali emosi, kenapa Yong Sik tidak membalas dendam, malah berterima kasih pada wanita yang membuatnya impoten? Yong Sik tidak setuju dengan cara Ru Da mengatasi trauma kali ini. Untuk Yong Sik, Hee Jin adalah wanita yang pernah ia benar-benar cintai. Membalas dendam dengan menyakiti hati Hee Jin, tidak akan mengobati impotensi yang ia derita.

Yong Sik dengan lembut mengingatkan kalau Ru Da telah melewati batas. Kalau ini cara Ru Da merawat penyakitnya, ia memilih tidak meneruskan pengobatan ini.

Ru Da duduk di mobil, terus memikirkan ucapan Yong Sik. Ia tersadar, betapa kekanak-kanakan sikapnya dibanding Yong Sik. Ia kembali ke klinik dan bertemu Ji Hyuk. Ia bertanya-tanya apakah selama ini cinta mereka benar-benar tulus? Karena mereka hanya saling membalas dan menyakiti demi ego mereka masing-masing.

Ji Hyuk teringat saat pertama mereka bertemu, Ru Da membantu saat pergelangan tangannya retak. Lalu, satu setengah tahun lalu saat Ru Da putus cinta, Ji Hyuk mengajak mereka berpacaran. Sementara, Ru Da tersenyum di ruangannya, seperti itulah Yong Sik.

Ru Da datang pagi-pagi ke tempat Yong Sik untuk meminta maaf. Ia berjanji akan belajar lebih tekun dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Yong Sik berterima kasih, meski hanya teman sekolah, Ru Da benar-benar mau berusaha membantunya. Karenanya, ia pun akan berusaha lebih keras.

dr. Jang menegur Ru Da yang datang terlambat. Lalu menggodanya, ia masih percaya bahwa satu-satunya obat untuk impotensi adalah bertemu wanita baru. Tapi ia heran, kenapa Yong Sik tidak juga membaik, padahal ia bertemu dengan wanita baru, Ru Da? dr. Jang buru-buru pergi sebelum kena pukulan Ru Da.

 Ucapan dr. Jang merasuki pikiran Ru Da. Betul juga, kenapa Yong Sik sama sekali tak berubah padahal sudah bertemu cinta pertama? Pikiran itu sedikit membuatnya tersinggung. Tidak ada salahnya mencoba taktik dr. Jang, sedikit menggoda Yong Sik.

Yang menjadi pusat pembicaraan sedang meneguk air liur, melihat demo masak steak mewah, sementara ia hanya bisa makan ramen instan. Tak lama, telpon dari Ru Da masuk, meminta Yong Sik datang ke apartemennya, membantu mengganti lampu yang mati.

Ru Da bersiap, mengenakan pakaian tidur seksi dan menyemprotkan parfum ke lengannya.

Bersambung

Komentar aku: kekekeke… jadi ingin dipijat, karena badan sudah sangat pegal. Terlalu lama duduk membuat kartu natal. Ha! Aku kenal setidaknya dua atau tiga pria yang serupa dengan Yong Sik, dalam arti kata sangat dewasa dalam hubungan cinta. Mereka benar-benar setia dan bersedia berkoban demi pasangan mereka. Huhuhu…