Rating: R-18+, harap bijaksana untuk kandungan tema yang dibahas

Ru Da mendatangi unit Yong Sik, membawa sekeranjang buah. Yong Sik sendiri pergi ke club renang. Ia harus mengatasi rasa takut akan berenang, sekaligus melatih otot. Tapi, ia benar-benar takut masuk kolam sendirian. Ru Da terus menunggu di depan komplek apartemen sampai malam menjelang.

Yong Sik tidak pulang, ia pergi ke toko buku, berusaha mencari buku tentang impotensi. Ibu Yong Sik menelpon minta bertemu, ia berencana pergi ke Seoul. Ia lalu mendesak Yong Sik, kapan Yong Sik akan memperkenalkan pacar? Anak tetangga baru saja memperkenalkan calon istri pada orang tuanya.

Yong Sik semakin tertekan. Hanya berusaha hidup sebaiknya saja sulit. Ia mendengar pembicaraan tetangga. Hari ini, Chunsam dikebiri, karena pemilik capai mendengar protes tetangga tentang vitalitas Chunsam. Yong Sik mengerti perasaan hati Chunsam.

Akhirnya, Yong Sik pulang. Ia kaget melihat Ru Da terduduk di tangga komplek. Ru Da berdiri, ia hanya ingin meminta maaf dengan pantas. Yong Sik mengambil keranjang buah, menerima permintaan maaf Ru Da. Kalau tidak ada lagi yang ingin dikatakan, Yong Sik mempersilahkan Ru Da pergi.

Giliran Ji Hyuk yang menunggu Ru Da, ia khawatir karena Ru Da tidak bisa dihubungi dan tidak juga pulang. Ru Da mengaku ia pergi meminta maaf. Mereka berdua pergi makan. Tapi, Ru Da tidak berhenti berbicara tentang Yong Sik.

Malam ini, Ru Da tidur telat, ia terus mencoba mempelajari cara membantu Yong Sik mengatasi obsesi warna merah muda sekaligus menangani serangan panik dan gelisah.

Esoknya, Ru Da datang ke kamar Yong Sik, menyuruh Yong Sik mengganti semua pakaian yang ia pakai yang berwarna merah muda. Hari ini, ia akan mendampingi Yong Sik di semua kegiatan, mencari tahu apa saja yang menjadi pemicu rasa panik dan bagaimana mengatasinya.

Saat malam tiba, Ru Da menemani Yong Sik bekerja di warung BBQ. Tiba-tiba Yong Sik bersembunyi dan bergetar hebat. Rupanya, ibu Yong Sik dan teman-temannya datang ke warung itu. Yong Sik tidak ingin memperlihatkan dirinya. Teman-teman ibu Yong Sik mulai merendahkan Yong Sik, ejekan bahkan meningkat sampai menghina ibu Yong Sik.

Serangan panik Yong Sik memburuk.

Bersambung

Komentar aku: huhuhu… 'teman' tetapi menjelek-jelekkan dan merendahkan 'teman' lain untuk merasa lebih tinggi? Aku kadang-kadang bingung dengan penggambaran kalau ibu-ibu berkumpul dan bergosip. Kalau benar mereka berteman, kenapa saling merendahkan? Lalu, kalau bukan teman, kenapa harus berkumpul bersama? Atau mungkin seperti Tilik di Indonesia, ya? Memang senang bergosip tapi kalau ada yang sakit juga ditengok berombongan naik truk… huhuhu…